<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>another blog, another world, unique story</title>
	<atom:link href="http://doafam.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doafam.blog.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 18:14:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>China love story</title>
		<link>http://doafam.blog.com/2008/10/22/china-love-story/</link>
		<comments>http://doafam.blog.com/2008/10/22/china-love-story/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 18:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fox</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.<br />
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan<br />
diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.<br />
Laki-lakiChinaberus ia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya<br />
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang<br />
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.<br />
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama<br />
Xu Chaoqin ....<br />
<br />
Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....<br />
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.<br />
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.<br />
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan iaberulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".<br />
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.<br />
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.<br />
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.<br />
<br />
Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.<br />
<br />
"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akumeninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"<br />
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.<br />
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.<br />
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.<br />
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan<br />
diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.<br />
Laki-lakiChinaberus ia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya<br />
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang<br />
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.<br />
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama<br />
Xu Chaoqin &#8230;.</p>
<p>Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak&#8230;.<br />
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua&#8230;..Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.<br />
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.<br />
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan iaberulang-kali bertanya,&#8221;Apakah kau menyesal?&#8221; Liu selalu menjawab, &#8220;Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik&#8221;.<br />
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.<br />
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.<br />
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, &#8220;Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.</p>
<p>Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.</p>
<p>&#8220;Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akumeninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?&#8221;<br />
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.<br />
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.<br />
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan &#8220;anak tangga cinta&#8221; itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doafam.blog.com/2008/10/22/china-love-story/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Do not harm anyone</title>
		<link>http://doafam.blog.com/2008/10/22/do-not-harm-anyone/</link>
		<comments>http://doafam.blog.com/2008/10/22/do-not-harm-anyone/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 17:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fox</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<br />
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus<br />
memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar<br />
ke udara.<br />
<br />
Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan,Keluarga,<br />
Kesehatan, Teman dan Spirit.<br />
Kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di<br />
udara.<br />
<br />
Kita akan segera mengerti bahwa ternyata<br />
"Pekerjaan" hanyalah sebuah bola<br />
karet.<br />
<br />
Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat<br />
memantul kembali. Tetapi empat<br />
bola lainnya yaitu: Keluarga, Kesehatan, Teman,<br />
dan Spirit, terbuat dari<br />
gelas.<br />
<br />
Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia<br />
akan dapat terluka,<br />
tertandai, tergores,rusak atau bahkan hancur<br />
berkeping-keping.<br />
<br />
Dan ingatlah, mereka tidak akan pernah kembali<br />
seperti aslinya. Kita harus<br />
memahaminya benar dan berusaha keras untuk<br />
menyeimbangkannya.<br />
<br />
Bagaimana caranya?<br />
<br />
1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya<br />
dengan nilai orang lain.<br />
Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat<br />
masing-masing diri kita special.<br />
<br />
2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di<br />
hati kita, melekatlah<br />
padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat<br />
kita hidup, dimana<br />
tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.<br />
<br />
3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di 'masa<br />
lampau'<br />
atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada<br />
suatu waktu berarti hidup<br />
untuk seluruh waktu hidupmu.<br />
<br />
4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang<br />
dapat<br />
kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah<br />
sampai kita berhenti<br />
berusaha.<br />
<br />
5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita<br />
tidaklah sempurna.<br />
Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman<br />
benang rapuh untuk mengikat<br />
kita satu sama lain.<br />
<br />
6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah<br />
resiko sebagai kesempatan kita<br />
untuk belajar bagaimana menjadi berani.<br />
<br />
7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam<br />
hidupmu dengan berkata "tidak<br />
mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk<br />
mendapatkan cinta adalah dengan<br />
memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta<br />
adalah dengan<br />
menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik<br />
untuk menjaga agar cinta<br />
tetap tumbuh adalah dengan memberinya 'sayap'.<br />
<br />
8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari<br />
seseorang adalah<br />
kebutuhan untuk merasa dihargai.<br />
<br />
9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu<br />
pengetahuan adalah harta karun<br />
yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa<br />
membebani.<br />
<br />
Dan akhirnya...<br />
<br />
MASA LALU adalah SEJARAH,<br />
<br />
MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah<br />
KARUNIA.<br />
<br />
Itulah kenapa dalam bahasa Inggris, saat ini<br />
disebut "The Present"
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus<br />
memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar<br />
ke udara.</p>
<p>Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan,Keluarga,<br />
Kesehatan, Teman dan Spirit.<br />
Kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di<br />
udara.</p>
<p>Kita akan segera mengerti bahwa ternyata<br />
&#8220;Pekerjaan&#8221; hanyalah sebuah bola<br />
karet.</p>
<p>Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat<br />
memantul kembali. Tetapi empat<br />
bola lainnya yaitu: Keluarga, Kesehatan, Teman,<br />
dan Spirit, terbuat dari<br />
gelas.</p>
<p>Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia<br />
akan dapat terluka,<br />
tertandai, tergores,rusak atau bahkan hancur<br />
berkeping-keping.</p>
<p>Dan ingatlah, mereka tidak akan pernah kembali<br />
seperti aslinya. Kita harus<br />
memahaminya benar dan berusaha keras untuk<br />
menyeimbangkannya.</p>
<p>Bagaimana caranya?</p>
<p>1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya<br />
dengan nilai orang lain.<br />
Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat<br />
masing-masing diri kita special.</p>
<p>2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di<br />
hati kita, melekatlah<br />
padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat<br />
kita hidup, dimana<br />
tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.</p>
<p>3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di &#8216;masa<br />
lampau&#8217;<br />
atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada<br />
suatu waktu berarti hidup<br />
untuk seluruh waktu hidupmu.</p>
<p>4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang<br />
dapat<br />
kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah<br />
sampai kita berhenti<br />
berusaha.</p>
<p>5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita<br />
tidaklah sempurna.<br />
Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman<br />
benang rapuh untuk mengikat<br />
kita satu sama lain.</p>
<p>6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah<br />
resiko sebagai kesempatan kita<br />
untuk belajar bagaimana menjadi berani.</p>
<p>7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam<br />
hidupmu dengan berkata &#8220;tidak<br />
mungkin saya temukan&#8221;. Cara tercepat untuk<br />
mendapatkan cinta adalah dengan<br />
memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta<br />
adalah dengan<br />
menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik<br />
untuk menjaga agar cinta<br />
tetap tumbuh adalah dengan memberinya &#8217;sayap&#8217;.</p>
<p>8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari<br />
seseorang adalah<br />
kebutuhan untuk merasa dihargai.</p>
<p>9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu<br />
pengetahuan adalah harta karun<br />
yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa<br />
membebani.</p>
<p>Dan akhirnya&#8230;</p>
<p>MASA LALU adalah SEJARAH,</p>
<p>MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah<br />
KARUNIA.</p>
<p>Itulah kenapa dalam bahasa Inggris, saat ini<br />
disebut &#8220;The Present&#8221;
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doafam.blog.com/2008/10/22/do-not-harm-anyone/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KOPI ASIN</title>
		<link>http://doafam.blog.com/2008/10/22/kopi-asin/</link>
		<comments>http://doafam.blog.com/2008/10/22/kopi-asin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 16:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fox</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://enformasi.com/2008/05/kopi-asin.html">Kopi Asin</a></h3>
<p style="font-family: Comic Sans MS; font-size: 15px;">Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si gadis<br />
tampil luar biasa cantik. Banyak lelaki yang mencoba mengejar si<br />
gadis. Si pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tak ada yang begitu<br />
memperhatikannya. Tapi, saat pesta usai, dia memberanikan diri<br />
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis<br />
agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, dia mengangguk.<br />
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop. Si pria sangat<br />
gugup, tangannya acap bergetar dan dia tak berkata apa pun. Si gadis<br />
yang merasakan ketegangan itu, kian tak nyaman. Dia pun<br />
berkata, "Tidakkah kita lebih baik pulang saja?" Namun, tiba-tiba<br />
pria itu berkata, untuk pertama kalinya, sambil melambai pada<br />
pelayan, "Bisa minta garam untuk kopi saya?" Semua orang yang<br />
mendengar, memandang dengan aneh ke arah si pria itu. Si pria,<br />
jelas, wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam<br />
tersebut ke dalam kopinya, dan dengan tenang, meminumnya.<br />
<br />
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti<br />
ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah<br />
pantai dekat laut. Saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan<br />
air laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.<br />
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak<br />
saya: ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,<br />
saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."<br />
<br />
Begitu kalimat terakhir usai, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan<br />
si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di<br />
hadapannya. Si gadis berpikir, bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu<br />
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan<br />
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga<br />
mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh<br />
di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.<br />
<br />
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang<br />
hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka<br />
berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan<br />
bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala<br />
permintaannya: dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat<br />
perduli.... betul-betul seseorang yang sangat baik. Ah, dia hampir<br />
saja kehilangan seorang lelaki seperti itu. Untung ada kopi asin.<br />
<br />
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta, sang<br />
putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia<br />
selamanya. Dan setiap sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,<br />
ia selalu membubuhkan garam di dalamnya, bukan gula, karena ia tahu<br />
bahwa itulah yang disukai suaminya. Setelah 40 tahun, si pria<br />
meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar, si<br />
istri membaca surat itu:<br />
<br />
"Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur<br />
hidupku bersamamu adalah dusta belaka. Meski hanya sebuah kebohongan<br />
yang aku katakan padamu... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita<br />
pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu. Sebenarnya<br />
saya ingin minta gula, tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi<br />
saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa<br />
tidaknyaman. Jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa<br />
hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Awal keakraban dan<br />
mata cinta kita. Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini,<br />
untuk menjelaskannya padamu, tapi saya terlalu takut. Karena saya<br />
telah berjanji untuk tidak berbohong, sekali pun. Sekarang saya<br />
sekarat. Saya tidak takut apa-apa lagi, jadi saya katakan padamu<br />
yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan<br />
rasanya sungguh tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur<br />
hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekali pun<br />
menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu<br />
adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat<br />
hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan<br />
memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu<br />
lagi."<br />
<br />
Air mata si istri betul-betul membuat surat itu menjadi basah.<br />
Kemudian hari, bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya<br />
minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, "rasanya manis,"<br />
dengan senyuman, dan dua titik air mata di pipi.</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://enformasi.com/2008/05/kopi-asin.html">Kopi Asin</a></h3>
<p style="font-family: Comic Sans MS; font-size: 15px;">Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si gadis<br />
tampil luar biasa cantik. Banyak lelaki yang mencoba mengejar si<br />
gadis. Si pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tak ada yang begitu<br />
memperhatikannya. Tapi, saat pesta usai, dia memberanikan diri<br />
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis<br />
agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, dia mengangguk.<br />
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop. Si pria sangat<br />
gugup, tangannya acap bergetar dan dia tak berkata apa pun. Si gadis<br />
yang merasakan ketegangan itu, kian tak nyaman. Dia pun<br />
berkata, &#8220;Tidakkah kita lebih baik pulang saja?&#8221; Namun, tiba-tiba<br />
pria itu berkata, untuk pertama kalinya, sambil melambai pada<br />
pelayan, &#8220;Bisa minta garam untuk kopi saya?&#8221; Semua orang yang<br />
mendengar, memandang dengan aneh ke arah si pria itu. Si pria,<br />
jelas, wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam<br />
tersebut ke dalam kopinya, dan dengan tenang, meminumnya.</p>
<p>Si gadis dengan penasaran bertanya, &#8220;Kenapa kamu bisa punya hobi seperti<br />
ini?&#8221; Si pria menjawab, &#8220;Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah<br />
pantai dekat laut. Saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan<br />
air laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.<br />
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak<br />
saya: ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,<br />
saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.&#8221;</p>
<p>Begitu kalimat terakhir usai, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan<br />
si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di<br />
hadapannya. Si gadis berpikir, bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu<br />
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan<br />
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga<br />
mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh<br />
di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.</p>
<p>Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang<br />
hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka<br />
berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan<br />
bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala<br />
permintaannya: dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat<br />
perduli&#8230;. betul-betul seseorang yang sangat baik. Ah, dia hampir<br />
saja kehilangan seorang lelaki seperti itu. Untung ada kopi asin.</p>
<p>Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta, sang<br />
putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia<br />
selamanya. Dan setiap sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,<br />
ia selalu membubuhkan garam di dalamnya, bukan gula, karena ia tahu<br />
bahwa itulah yang disukai suaminya. Setelah 40 tahun, si pria<br />
meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar, si<br />
istri membaca surat itu:</p>
<p>&#8220;Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur<br />
hidupku bersamamu adalah dusta belaka. Meski hanya sebuah kebohongan<br />
yang aku katakan padamu&#8230; tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita<br />
pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu. Sebenarnya<br />
saya ingin minta gula, tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi<br />
saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa<br />
tidaknyaman. Jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa<br />
hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Awal keakraban dan<br />
mata cinta kita. Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini,<br />
untuk menjelaskannya padamu, tapi saya terlalu takut. Karena saya<br />
telah berjanji untuk tidak berbohong, sekali pun. Sekarang saya<br />
sekarat. Saya tidak takut apa-apa lagi, jadi saya katakan padamu<br />
yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan<br />
rasanya sungguh tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur<br />
hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekali pun<br />
menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu<br />
adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat<br />
hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan<br />
memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu<br />
lagi.&#8221;</p>
<p>Air mata si istri betul-betul membuat surat itu menjadi basah.<br />
Kemudian hari, bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya<br />
minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, &#8220;rasanya manis,&#8221;<br />
dengan senyuman, dan dua titik air mata di pipi.</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doafam.blog.com/2008/10/22/kopi-asin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk anda yang berlebih uang, baca nih</title>
		<link>http://doafam.blog.com/2008/10/22/untuk-anda-yang-berlebih-uang-baca-nih/</link>
		<comments>http://doafam.blog.com/2008/10/22/untuk-anda-yang-berlebih-uang-baca-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 15:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fox</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<div style="text-align: center;">
<div style="text-align: left;"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"><strong>A mail from my friend just came.</strong></span><br />
<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"><strong>I just wanna share to viewer</strong></span> <img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-cry.gif" /></div>
<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span></div>
<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span><br />
<strong style="font-family: Comic Sans MS;">Fani, Kenapa menangis?</strong><br />
<br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Miris rasanya mendengar anak yang tidak sekolah karena tidak ada</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">biaya. Lebih miris lagi jika kehidupan yang kian sulit semakin terasa</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">begitu berat bagi mereka, anak-anak yatim yang ditinggal oleh ayahnya.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Ketika saya tanya bertanya pada Fani, "kenapa fani menangis?" Fani</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">menjawab, "waktu ayah ada, biasanya Fani dan ayah selalu membeli baju</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">untuk lebaran.."</span><br />
<br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Airmata itu mengalir begitu saja. Fani bercerita bahkan dia akan</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dikeluarkan dari sekolah karena sudah 3 bulan tidak membayar SPP.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">sepertinya dia sudah tidak peduli jika dikeluarkan dari sekolah.</span> <span style="font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_0">Saya</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">katakan padanya "Fani harus tetap sekolah. Nanti hari senin biar kak</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">nia yang urus spp disekolahnya fani"</span><br />
<br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Fani sejak SD kelas 4 ayahnya meninggal dunia. sekarang fani tinggal</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">bersama dengan neneknya dan dua adeknya. Setiap 10 hari sekali ibunya</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">baru pulang menengoknya. Ibunya bekerja sebagai SPG disalahsatu</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">swalayan di</span> <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_1">Tangerang</span><span style="font-family: Comic Sans MS;">. selain sekolah Fani juga mengurus kedua adeknya.</span><br />
<br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Air mata fani buat saya bagai jarum yang menusuk hati, begitu tajam</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dan menyayat. Sungguh benar kiranya janji Alloh, bagi mereka yang</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">memuliakan</span> <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_2">anak yatim</span> <span style="font-family: Comic Sans MS;">akan dimuliakan oleh Alloh kelak disurga karena</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">untuk memuliakan mereka bukanlah pekerjaan yang mudah.</span><br />
<br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">"Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah :</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Alloh mengetahui</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan." (QS.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Al-Baqarah [2] : 220).</span>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align: center;">
<div style="text-align: left;"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"><strong>A mail from my friend just came.</strong></span><br />
<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"><strong>I just wanna share to viewer</strong></span> <img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-cry.gif" /></div>
<p><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span></div>
<p><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: text; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224662056_0"></span><br />
<strong style="font-family: Comic Sans MS;">Fani, Kenapa menangis?</strong></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS;">Miris rasanya mendengar anak yang tidak sekolah karena tidak ada</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">biaya. Lebih miris lagi jika kehidupan yang kian sulit semakin terasa</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">begitu berat bagi mereka, anak-anak yatim yang ditinggal oleh ayahnya.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Ketika saya tanya bertanya pada Fani, &#8220;kenapa fani menangis?&#8221; Fani</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">menjawab, &#8220;waktu ayah ada, biasanya Fani dan ayah selalu membeli baju</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">untuk lebaran..&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS;">Airmata itu mengalir begitu saja. Fani bercerita bahkan dia akan</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dikeluarkan dari sekolah karena sudah 3 bulan tidak membayar SPP.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">sepertinya dia sudah tidak peduli jika dikeluarkan dari sekolah.</span> <span style="font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_0">Saya</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">katakan padanya &#8220;Fani harus tetap sekolah. Nanti hari senin biar kak</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">nia yang urus spp disekolahnya fani&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS;">Fani sejak SD kelas 4 ayahnya meninggal dunia. sekarang fani tinggal</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">bersama dengan neneknya dan dua adeknya. Setiap 10 hari sekali ibunya</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">baru pulang menengoknya. Ibunya bekerja sebagai SPG disalahsatu</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">swalayan di</span> <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_1">Tangerang</span><span style="font-family: Comic Sans MS;">. selain sekolah Fani juga mengurus kedua adeknya.</span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS;">Air mata fani buat saya bagai jarum yang menusuk hati, begitu tajam</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dan menyayat. Sungguh benar kiranya janji Alloh, bagi mereka yang</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">memuliakan</span> <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; font-family: Comic Sans MS;" class="yshortcuts" id="lw_1224662480_2">anak yatim</span> <span style="font-family: Comic Sans MS;">akan dimuliakan oleh Alloh kelak disurga karena</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">untuk memuliakan mereka bukanlah pekerjaan yang mudah.</span></p>
<p><span style="font-family: Comic Sans MS;">&#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah :</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Alloh mengetahui</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan.&#8221; (QS.</span><br />
<span style="font-family: Comic Sans MS;">Al-Baqarah [2] : 220).</span>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doafam.blog.com/2008/10/22/untuk-anda-yang-berlebih-uang-baca-nih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
