Wednesday, October 22, 2008

China love story

Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan
diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.
Laki-lakiChinaberus ia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama
Xu Chaoqin ….

Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak….
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua…..Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan iaberulang-kali bertanya,”Apakah kau menyesal?” Liu selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik”.
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, “Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

“Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akumeninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?”
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan “anak tangga cinta” itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

Posted by fox in 11:14:41 | Permalink | No Comments »

Do not harm anyone

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus
memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar
ke udara.

Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan,Keluarga,
Kesehatan, Teman dan Spirit.
Kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di
udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata
“Pekerjaan” hanyalah sebuah bola
karet.

Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat
memantul kembali. Tetapi empat
bola lainnya yaitu: Keluarga, Kesehatan, Teman,
dan Spirit, terbuat dari
gelas.

Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia
akan dapat terluka,
tertandai, tergores,rusak atau bahkan hancur
berkeping-keping.

Dan ingatlah, mereka tidak akan pernah kembali
seperti aslinya. Kita harus
memahaminya benar dan berusaha keras untuk
menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya?

1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya
dengan nilai orang lain.
Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat
masing-masing diri kita special.

2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di
hati kita, melekatlah
padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat
kita hidup, dimana
tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.

3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa
lampau’
atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada
suatu waktu berarti hidup
untuk seluruh waktu hidupmu.

4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang
dapat
kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah
sampai kita berhenti
berusaha.

5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita
tidaklah sempurna.
Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman
benang rapuh untuk mengikat
kita satu sama lain.

6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah
resiko sebagai kesempatan kita
untuk belajar bagaimana menjadi berani.

7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam
hidupmu dengan berkata “tidak
mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk
mendapatkan cinta adalah dengan
memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta
adalah dengan
menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik
untuk menjaga agar cinta
tetap tumbuh adalah dengan memberinya ’sayap’.

8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari
seseorang adalah
kebutuhan untuk merasa dihargai.

9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu
pengetahuan adalah harta karun
yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa
membebani.

Dan akhirnya…

MASA LALU adalah SEJARAH,

MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah
KARUNIA.

Itulah kenapa dalam bahasa Inggris, saat ini
disebut “The Present”

Posted by fox in 10:13:04 | Permalink | No Comments »

KOPI ASIN

Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si gadis
tampil luar biasa cantik. Banyak lelaki yang mencoba mengejar si
gadis. Si pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tak ada yang begitu
memperhatikannya. Tapi, saat pesta usai, dia memberanikan diri
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis
agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, dia mengangguk.
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop. Si pria sangat
gugup, tangannya acap bergetar dan dia tak berkata apa pun. Si gadis
yang merasakan ketegangan itu, kian tak nyaman. Dia pun
berkata, “Tidakkah kita lebih baik pulang saja?” Namun, tiba-tiba
pria itu berkata, untuk pertama kalinya, sambil melambai pada
pelayan, “Bisa minta garam untuk kopi saya?” Semua orang yang
mendengar, memandang dengan aneh ke arah si pria itu. Si pria,
jelas, wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam
tersebut ke dalam kopinya, dan dengan tenang, meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti
ini?” Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut. Saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan
air laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak
saya: ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,
saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.”

Begitu kalimat terakhir usai, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan
si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di
hadapannya. Si gadis berpikir, bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga
mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh
di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang
hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka
berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan
bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala
permintaannya: dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat
perduli…. betul-betul seseorang yang sangat baik. Ah, dia hampir
saja kehilangan seorang lelaki seperti itu. Untung ada kopi asin.

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta, sang
putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia
selamanya. Dan setiap sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,
ia selalu membubuhkan garam di dalamnya, bukan gula, karena ia tahu
bahwa itulah yang disukai suaminya. Setelah 40 tahun, si pria
meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar, si
istri membaca surat itu:

“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur
hidupku bersamamu adalah dusta belaka. Meski hanya sebuah kebohongan
yang aku katakan padamu… tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita
pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu. Sebenarnya
saya ingin minta gula, tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi
saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa
tidaknyaman. Jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa
hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Awal keakraban dan
mata cinta kita. Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini,
untuk menjelaskannya padamu, tapi saya terlalu takut. Karena saya
telah berjanji untuk tidak berbohong, sekali pun. Sekarang saya
sekarat. Saya tidak takut apa-apa lagi, jadi saya katakan padamu
yang sejujurnya: saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan
rasanya sungguh tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur
hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekali pun
menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu
adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat
hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan
memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu
lagi.”

Air mata si istri betul-betul membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian hari, bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya
minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, “rasanya manis,”
dengan senyuman, dan dua titik air mata di pipi.

Posted by fox in 09:08:44 | Permalink | No Comments »

Untuk anda yang berlebih uang, baca nih

A mail from my friend just came.
I just wanna share to viewer


Fani, Kenapa menangis?

Miris rasanya mendengar anak yang tidak sekolah karena tidak ada
biaya. Lebih miris lagi jika kehidupan yang kian sulit semakin terasa
begitu berat bagi mereka, anak-anak yatim yang ditinggal oleh ayahnya.
Ketika saya tanya bertanya pada Fani, “kenapa fani menangis?” Fani
menjawab, “waktu ayah ada, biasanya Fani dan ayah selalu membeli baju
untuk lebaran..”

Airmata itu mengalir begitu saja. Fani bercerita bahkan dia akan
dikeluarkan dari sekolah karena sudah 3 bulan tidak membayar SPP.
sepertinya dia sudah tidak peduli jika dikeluarkan dari sekolah. Saya
katakan padanya “Fani harus tetap sekolah. Nanti hari senin biar kak
nia yang urus spp disekolahnya fani”

Fani sejak SD kelas 4 ayahnya meninggal dunia. sekarang fani tinggal
bersama dengan neneknya dan dua adeknya. Setiap 10 hari sekali ibunya
baru pulang menengoknya. Ibunya bekerja sebagai SPG disalahsatu
swalayan di Tangerang. selain sekolah Fani juga mengurus kedua adeknya.

Air mata fani buat saya bagai jarum yang menusuk hati, begitu tajam
dan menyayat. Sungguh benar kiranya janji Alloh, bagi mereka yang
memuliakan anak yatim akan dimuliakan oleh Alloh kelak disurga karena
untuk memuliakan mereka bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah :
Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul
dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Alloh mengetahui
siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan.” (QS.
Al-Baqarah [2] : 220).

Posted by fox in 08:49:34 | Permalink | No Comments »